Aku mengenalimu di balik teduh hujan. Dari setiap rintik yang membentuk bayang di atas tanah. Dari gerimis yang jatuh di atap rumah. Dari suara, tawa, gembira, air mata. Kamu adalah kata pertama yang kukenal. Biar kubaca berulang-ulang, agar namamu kekal. Jangan pernah berpikir untuk berbagi dengan yang lain. Karena tak ada kata cukup, untuk mencintaimu. Hatiku adalah rumah untukmu. Kujadikan cintamu cahaya. Dalam...
Sambil menunggu, mari disimak dulu book trailer novel MENUNGGU "Menantimu di Hatiku" ...
Aku sedang merindukanmu, apakah kau tahu itu? Saat bulan penuh
di atas kepala, aku menggantungkan doa untukmu di antara
bintang-bintang. Semoga suatu saat hatimu akan menoleh kepadaku,
menyadari bahwa akulah akhir dari penantianmu.
Aku ingin
memelukmu, meraihmu, dan menyembunyikanmu dalam dekapanku. Aku tak akan
melepasmu pergi, aku janjikan itu padamu. Dan kesabaranku kian
menipis seperti batu yang terus-terusan digerus air. Aku sudah
menunggu terlalu lama, nyerinya semakin lama kian terasa nyata.
Aku
mencintaimu... karenanya aku selalu merindukanmu. Namun, seperti
pertanyaan yang kubisikkan pada rembulan malam itu: apakah kau juga
sedang merindukanku?
beredar, September 2012